6 Cara mendatangkan Rezeki

Tadi waktu sholat Jumat khotibnya khotbah perihal waktu, terus tetiba nyambung ke cara gimana nyari rezeki. Kata khotibnya selama ini kita cuma tau satu caram yaitu ikhtiar, padahal ada 5 cara lainnya yang kebanyakan orang belum tahu. Aku yang tadinya udah ngeliep model senyap kecuali suara gak jadi, karena timbul rasa penasaran.

Yang pertama : Takwa
Khotibnya bilang, kalo cara pertama buat dapetin rizki itu bisa dengan taqwa, beliau terus ngebacaain potongan surah at-talaq 2-3 :
Barang siapa bertaqwa, maka Allah akan menyelesaikan semua urusannya, dan memberikannya rezki dari sisi yang tidak disangka-sangka.

Yang kedua : Tawakal
Aku ga tahu apa bedanya taqa dan Tawakan, tapi Khotibnya bilang ini yang kedua, Tawakal bisa ngedatengin rizki, beliau terus ngebcain at-talaq juga , artinya gini :
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah sebagai penolongnya.”

Yang ketiga : Istighfar
Kata beliau, istighfar itu juga bisa ngedatengin rizki. Jujur ketika bilang istighfar aku inget cerita Imam Ahmad (kalo ga salah) yang tetiba tumbuh rasa buat ke kota lain karena di istighfari penjual roti, sekuat itu efek istighfar. Khotibnya juga bawain satu ayat, yaitu surat Nuh ayat 11-12, ini ayat kesukaan banget sih, artinya gini :
“Maka aku berkata (kepada mereka): ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun’. niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Yang keempat : Sodaqoh
Kata khotibnya, sodaqoh bikin pintu rizki terbuka, aku lupa beliau bawaain ayat apa karena kayaknya aku aga ngeliyep wkwk, tepi aku juga keinget 1 ayat di Al-baqarah 261, bunyinya gini :

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Yang Kelima: Sholat
Serius yang kelima ini aku beneran lupa, karena emang sepertinya tadi udah gelisah pengen merebahkan diri wkwkwk, tapi kalo ga salah beliau bawain surat ayat yang ada di surat pendek gitu, aga familiar cuma lupa wkkw, coba yan tahu komen dibawah ya.

Yang Keenam: Ikhtiar
Nah beliau bilang, ikhtiar ini palah yang paling terakhir, pun ketika ikhtiar masih Allah kasih meski ga masuk akal.
Contohnya kaya Kisah Maryam yang hamil disuruh menggoyangkan pangkal pohon kurma, padahal pohon kurma gede, eh tapi tetep gugur juga.

Terus cerita Siti Hajar yang lari-lari sofa marwah, udah usahanya pol-polan, bolak balik, eh rezekinya palah lewat kaki nabi Isa yang kecil gitu.

Aku nangkepnya Khotib pengen nyampein gini, bahwa ikhtiar itu cara terakhir buat dapet rizki, dan pun misal ikhtiar, ga 100% berhasil karena ikhtiar kita, tapi tetep karena Rahmat Allah juga, dan kadang kalo emang Allah mau ngasih pun caranya bisa lewat mana aja.

Kata Khotibnya, jangan berharap pada ikhtiar, tapi lakuin aja ikhitar karena kewajiban kita, terus masalah hasil urusan Allah.

Ikhtira kewajiban kita, tapi hasil itu karunia Allah, bisa lewat mana aja, darimana saja, dan kapan saja.

Khotib bilang : Karena itu carilah dengan cara yang baik.
Bener juga, karena pada akhirnya Allah juga yang ngasih dan dia yang berkuasa.

Aku jadi keinget musa, ketika dia mentokpun, pada akhirnya Allah kasih jalan, buka karena usahanya, lha wong dia mentok, tapi karena dia Percaya sama Allah, Inna ma’iya Robbi sayahdiin kata Musa.

Jadi harusnya kita ga khawatir gak sih?
kita lakuin aja yang bener-benr gitu, nanti urusan hasil Allah yang atur, bisa aja lewat temen, adik, atau siapapun, karenakan emang Dia yang berkuasa buat apapun?

Yang penting jangan sombong dan ngerasa gak terima sama hasil yang Allah kasih gitu, intinya kan sama-sama hasil, ya gak?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top